Minggu, 11 Agustus 2013
Filterisasi Peran Telekomunikasi Seluler, Motivasi Pelaku Industri Kreatif Indonesia
Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alamnya. Lautan, gunung, dan perut bumi Indonesia memiliki sumber daya yang seharusnya mampu untuk mensejahterakan bangsanya. Kita buka kembali memori beberapa puluh tahun silam, saat Indonesia mampu menswasembada pangan melalui hasil pertaniannya yang pada waktu itu adalah beras. Namun, saat ini perkembangan telekomunikasi dan akses informasi yang murah dan cepat serta SDM yang terdidik seharusnya memberikan kontribusi yang lebih dari sekedar mampu menswasembada beras. Akan tetapi faktanya adalah pengangguran masih berkembang dan menjamur di Indonesia lebih-lebih sikap kurang peka terhadap perkembangan pembangunan nasional enggan menjauh dari nusantara. Apa sebenarnya yang terjadi?
Peran industri kreatif dan diimbangi dengan perkembangan informasi telekomunikasi yang semakin canggih terutama telekomunikasi seluler semakin menarik perhatian masyarakat Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari berbagai aktivitas kreatif dituliskan diberbagai tempat, baik oleh pemerintah, dunia bisnis maupun oleh kaum intelektual. Publikasi di media massa dan di dunia maya semakin intensif, komunitas-komunitas semakin tumbuh dan mulai saling terhubung. Kota-kota dan daerah semakin antusias untuk menjadi kota/daerah kreatif. Maraknya industri kreatif yang terus dilakukan upaya pengembangannya membuat kita bertanya-tanya ada apa dengan industri kreatif?. Posisi strategis ekonomi kreatif dan industri kreatif dalam pembangunan nasional semakin disadari oleh berbagai pihak. Perkembangan industri kreatif hingga saat ini memberikan kontribusi yang luar biasa bagi perkembangan pembangunan nasional dan mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Perkembangan telekomunikasi seluler memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap maju atau tidaknya suatu laju perekonomian suatu negara. Telekomunikasi seluler memberikan kesempatan bagi semua orang untuk menikmati murah, dan tidak ribetnya akses informasi yang dapat diterima oleh masyarakat. Kapanpun, dimanapun dan saat bekegiatan apapun mampu berkomunikasi hanya melalui alat kecil yakni berupa handphone atau mini seluler lainnya. Dengan alasan tersebutlah, maka hal yang utama adalah pemanfaatan telekomunikasi seluler ini sebagai hal yang positif. Salah satu pemanfaatan tersebut adalah dalam memajukan daya kualitas industri kreatif Indonesia yang berperan untuk memajukan pembangunan nasional.
Akses Informasi yang Produktif
Maraknya alat telekomunikasi dan murahnya informasi dewasa ini, menyebabkan banyak informasi yang tidak tersaring oleh media penyedia layanan informasi. Adakalanya informasi yang tersedia dapat kita cerna dan memberikan nilai-nilai positif dalam pengembangan diri dan tentunya sikap untuk memajukan negara melalui berbagai inovasi-inovasi dan ide-ide kreatif anak bangsa. Namun tidak jarang sarana akses informasi dan telekomunikasi yang murah memberikan informasi yang justru mampu menyebabkan jatuhnya moral anak bangsa. Untuk itulah perlunya filterisasi dari peran telekomunikasi ini agar dapat beguna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selama ini akses informasi banyak digunakan untuk kepentingan yang bisa dikatakan kurang produktif. Informasi-informasi tersebut bisa memberikan efek yang luar biasa bagi penerimanya. Informasi seputar kekerasan remaja, anarkisme, dan dunia globalisasi yang menghumbar kesenangan belaka harus mampu di filter oleh masyarakat. Sehingga kedepannya masyarakat mampu mencari informasi yang produktif serta meninggalkan informasi-informasi yang menjerumuskan moral. Informasi produktif dalam perkembangan industri kreatif memberikan motivasi untuk berkarya dan memberikan pemahaman bahwa peluang sukses itu selalu ada bagi semua orang, (2) informasi produktif memberikan pemahaman bahwa pengetahuan itu tiada batasnya, kesempatan untuk membuat industri kreatif semakin terbuka lebar dan mampu mengaplikasikan ide-ide yang selama ini hanya hayalan belaka, (3) hal yang terpenting adalah melaui telekomunikasi seluler, para pelaku industri kreatif juga bisa saling tehubung dan memanfaatkan informasi produktifnya untuk saling sharing dan tujuan utamanya adalah ikut serta dalam pembangunan nasional.
Interaksi Sosial
Disadari atau tidak, manusia memiliki kelebihan khusus menjadi manusia, yaitu harus berinteraksi dan tidak dapat hidup sendiri. Mengingat hal tesebut maka sangat terihat peran telekomunikasi seluler dalam menciptakan interaksi sosial di era modern seperti saat ini. Hadirnya perkembangan sebuah usaha ekonomi yang sering disebut sebagai pola ekonomi kreatif atau lebih tepatnya dispesifikan lagi menjadi industri kreatif merupakan salah satu hasil dari interaksi sosia. Persoalannya adalah sejauh mana para pelaku industri kreatif ini mampu berinteraksi sosial demi menciptakan progresitas perkembangan industri kreatifnya dan tidak monoton pada produk yang kurang berkualitas dan kurang diminati oleh konsumen. Peran teknologi telekomunikasi seluler ini harus digunakan untuk menciptakan interaksi sosial yang positif hal ini mengingat perkembangan industri kreatif di Indonesia menjadi semakin menarik perhatian, banyak pelaku-pelaku ekonomi kreatif yang mendapatkan prestasi dan dukungan dari berbagai pihak.
Motivasi Pelaku Industri Kreatif
Manfaat yang begitu luar biasa dapat diterima oleh para pelaku industri kreatif melalui telekomunikasi seluler salah satunya adalah memberikan motivasi kepada para pelaku industri kreatif untuk terus memberikan ide-ide dan inovasi karya terbaiknya untuk bersaing dengan negara lain. Dengan telekomunikasi seluler apalagi tidak jarang yang telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi internet, maka tidak ada istilah kudet (Kurang Update) bagi masyarakat yang tentunya akan semakin menuntut para pelaku industri kreatif ini untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi konsumen dan pelanggannya. Selain berkembang dengan inovasi-inovasi yang baru melalui telekomunikasi seluler ini, pelaku industri kreatif telah memiliki dunia yang tak terbatas untuk menjelajah aneka kuliner kreatif, olahan kreatif, dan semua hal yang ingin diciptakan dengan imajinasi yang kreatif akan tetapi harus diingat sistem filterisasi. Murah dan cepatnya akses informasi yang diperlukan harus tetap diberikan pengendalian diri untuk tetap menciptakan produk-produk yang kreatif tetapi tetap berbasis pada kearifan lokal, budaya bangsa dan tidak mencemari lingkungan. Tidak hanya dari akses informasi, namun banyak motivasi-motivasi yang dapat diterima oleh para pelaku industri kreatif Indonesia, bahwa dunia ini tidak sempit dan kreatifitaslah yang mampu bertahan dan bersaing untuk melangkah kedepan.
Mengingat pentingnya industri kreatif terhadap perkembangan pembangunan nasional maka industri kreatif harus didukung oleh selurh pihak. Melaui pemanfaatan telekomunikasi seluler untuk hal yang produktif melalui sistem filterisasi oleh masyarakat dalam hal ini adalah para pelaku industri kreatif baik untuk memotivasi kualitas produk, menciptakan relasi kerjasama maupun berinteraksi sosial dengan konsumen, pelanggan dan pesaing secara sehat. Sehingga akan tercipta industri kreatif yang mampu bersaing dan minimal mampu menekan tingkat pengangguran di Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Just wanna share to you...
BalasHapussebagai bangsayang baik kita jangan hanya menerima informasi begitu saja, perlu ada filterisasi :)
Bener banget,,, semakin maju peradaban ini justru semakin banyak pengangguran.. informasi mesti di saring gan...
BalasHapusYa, maka dari itu kita sebagai generasi muda, harus memanfaatkan telekomunikasi apalagi handphone harus tepat guna guys....
BalasHapusYa semoga bermanfaat,,, jika mau share aja ya...#masihbelajar
BalasHapus