Setiap hari pergi dan pulang sekolah yang jauh dilakoninya dengan berjalan kaki tanpa alas kaki. Kesusahan yang dialaminya tak menyurutkan semangatnya untuk menuntut ilmu bahkan impiannya yang sederhana untuk memiliki sepasang sepatu dan sebuah sepeda mampu melecut semangat juangnya, sepulang sekolah menjadi buruh nyeset di kebun tebu, nandur atau menyabit rumput untuk makanan kambing yang dipeliharanya. Sepeninggal ibunya Dahlan bersama bapak dan seorang adiknya hidup tanpa belaian kasih seorang ibu dan anggota keluarga perempuan karena kedua kakak perempuan Dahlan bekerja dan kuliah di Madiun, pulang hanya sesekali saja ke rumah. Tak ada lagi yang membantu bapaknya untuk menopang perekonomian keluarganya karena Ibu Dahlan yang tadinya selalu membatik untuk menambah uang belanja keluarga kini tiada, kehidupan Dahlan dan keluarganya semakin diliputi kemiskinan, tak bisa setiap kali lapar bisa makan, kadang ia bersama zain harus mengikat perutnya dengan sarung untuk menahan lapar. Keadaan yang serba kekurangan dan kemiskinan yang menyelimuti namun bapaknya Dahlan tetap berjuang menjadi kuli bangunan dan kerja serabutan juga tetap mendidik anak-anaknya untuk tidak mengharap belas kasih orang, kehidupan harus dijalani dengan perjuangan. Terus Maju Anak Bangsa,,, masa depanmu masih panjang
Senin, 22 Oktober 2012
Dahlan Iskan _Zero to Hero
Sosok Dahlan Iskan menjadi penyemangat hidup bagi sebagian besar anak-anak Indoensia yang memiliki latar belakang kehidupan sosial ekonomi yang rendah. Awalnya tidaka da yang pernah tahu bahwa dibalik kesuksesan yang Dahlan ISkan dapatkan saat ini ada tangan-tangan kecil Tuhan yang tak kunjung lelah untuk selalu menjaganya.
Tidak banyak orang yang tahu bagaiman sebenarnya seorang Dahlan, Namun ketika sebuah Novel yang berjudul "Sepatu Dahlan" Dahlan menjadi sosok yang sangat diancungi jempol. memebrikan motivasi bagi mereka yang hampir saja putus asa karena hanya melihat ekonomi keluarga yang tidak menjanjikan. Novel ini mengisahkan tentang seorang anak yang besar dari keluarga yang sangat sederhana di Kebon Dalem sebuah Desa di Jawa Timur bernama Dahlan. Dengan didikan dari seorang Bapak yang selalu menerapkan kedisiplinan dan ketegasan namun penuh kasih sayang. Ibunya yang lembut dan mampu menjadi peneduh seluruh anggota keluarga dan kedua kakak perempuannya yang mandiri serta adiknya yang penurut menjadikan karakter Dahlan dewasa dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan situasi yang terjadi dalam masa kanak-kanak dan masa remajanya.
Semangatnya untuk melanjutkan sekolah ke SMP yang di impikannya yaitu SMP Magetan tak tersampaikan karena biaya yang tak mampu dan bapaknya tetap menganjurkan Dahlan untuk melanjutkan sekolah di Tsanawiyah Takeran, sebuah pesantren yang didirikan oleh leluhur bapaknya Dahlan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar