Selasa, 30 Oktober 2012

Spirit Culturepreneusihp Berbasis Kearifan Lokal : Sebuah Inovasi Baru Menuju Indonesia Mandiri

Indonesia merupakan sebuah Negara yang kaya akan potensi sumber daya alam yang tersebar di lautan, gunung, sawah, hutan serta di berbagai belahan ibu pertiwi bangsa ini. Tidak hanya kaya akan potensi sumber daya alam, Indonesia juga kaya akan budaya yang beranekaragam.
Dalam budaya bangsa Indonesia terkandung niai-nilai luhur yang bersumber pada akar budaya bangsa serta memiliki ciri khas yang merupakan karakter bangsa Indonesia itu sendiri. Budaya Indonesia merupakan hasil karya cipta bangsa Indonesia yang telah ada secara turun temurun diwariskan oleh leluhur bangsa yang harus tetap dijaga baik dari penjajahan bangsa lain maupun kepunahannya akibat arus era globalisasi seperti saat ini. Sejarah menyatakan bahwa semenjak zaman dahulu hingga sampai detik ini, Indonesia menjadi incaran para penjajah yang tertarik akan potensi alam yang kita miliki serta kearifan lokal budaya yang mampu dipotensialkan.
Namun, setelah kita mampu merdeka dari penjajah, negeri ini masih harus mampu mempertahankan kemerdekaannya melalui sebuah gerakan Indonesia mandiri. Merdeka dari penjajah secara konvensional (De Fakcto dan De Yure) bukan berarti telah merdeka dari penjajahan arus era globalisasi yang mengancam punahnya budaya bangsa. Tampak terlihat bahwa para generasi bangsa Indonesia dewasa ini masing mengalami fase penjajahan. Generasi muda bangsa kurang peka terhadap budayanya sendiri yang terlihat dari kurangnya keahlian yang dimiliki untuk membuat masakan khas daerahnya, pernak-pernik hasil kerajinan tangan masyarakat dan terlebih lagi masyarakat justru cendrung mengimpor hasil budaya bangsa lain. Paradigma ini, apabila tidak di tanggapi dengan serius maka lambat laun akan menyebabkan Indonesia menjadi negara yang bergantung pada hasil budaya bangsa lain bukan menjadi bangsa Indonesia yang mandiri.
Paradigma hidup manusia akan melandasi semua gerak aktivitas sosial dan politik bangsa. Paradigma budaya merupakan suatu fondasi dasar pengembangan budaya demokrasi menuju masyarakat madani (civil society). Paradigma ini juga sudah seharusnya mencakup pembangunan moral bangsa yang berdasarkan pada kearifan lokal Indonesia dan komitmen yang kuat terhadap proses sosial politik yang bersih dan sehat, jujur dan adil serta berani. Dengan adanya paradigma masyarakat Indonesia yang positif mengenai pelestarian budaya, maka akan menjadikan persepsi internal masyarakat yang semakin bijak untuk mendukung berkembangnya budaya nasional Indonesia.
Kewirausahaan berbasis budaya (Culturepreneurship) berbasis kearifan lokal Indonesia, merupakan salah satu paradigma baru sebuah inovasi menuju Indonesia mandiri. Melalui semangat yang dimiliki oleh masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian budaya bangsa, maka kewirausahaan akan turut mengalami perkembangan yang mampu memberikan rasa saling memiliki. Culturepreneurship yang berbasis pada keraifan lokal akan mampu membawa Indonesia menembus pasar internasional yang diimbangi dengan kerja cerdas. Kerja cerdas dapat di kombinasikan melalui pemanfaataan perkembangan IPTEK dalam menjalankan Culturepreneurship ini.
Culturepreneuship yang berbasis pada kearifan lokal bukan berarti semua pengelolaan kewirausahan masyarakat harus dilakukan secara manual dan tradisional tetapi lebih pada penanaman nilai-nilai bangsa Indonesia (value added) pada setiap produk barang maupun jasa yang akan dikembangkan dan diimbangi dengan pemanfaatn IPTEK yang merupakan salah satu media penyalur informasi yang cepat dan dapat diakses diseluruh dunia. Indonesia mandiri akan terbentuk dengan sendirinya melalui Culturepreneurship yang berbasis kearifan lokal, karena paradigma ini akan membawa bangsa Indonesia untuk menggali kekayaan budaya bangsa dan mengembangkannya menjadi sebuah kewirausahaan yang sekaligus membuka peluang kerja dan potensi sumber pembangunan nasional.
Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini, begitu juga sangatlah mungkin jika bangsa Indonesia mampu menjadi bangsa yang mandiri atau masyarakat madani (civil society) yang demokratis yang tetap bepegang teguh pada keputusan rakyat.
Melalui paradigma Culturepreneurship yang berbasis Kearifan Lokal Indonesia maka Indonesia akan mampu bangkit dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki baik sumber daya alam, sumber daya manusia maupun harga diri bangsa akan terbentuk dengan sendirinya melalui kemandirian berbudaya yang diciptakan para pelakunya. Nilai yang mengangkat martabat bangsa Indonesia dimata dunia adalah, terbangunnya harga diri bangsa. Harga diri bangsa dapat dibentuk dengan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa yang menjadikan kesatuan antar sesama yang lebih kuat. Kesatuan yang lebih kuat menciptakan motivasi dan semangat untuk terus maju, dan berani serta jujur sehingga bangsa Indonesia jauh dari Korupsi. Dalam Kearifan Lokal Indonesia, terdapat nilai-nilai yang mampu mencerminkan kemajuan suatu individu, komunitas kecil bahkan bangsa. Nilai-nilai yang mencerminkan kemajuan suatu individu, komunitas kecil bahkan bangsa tersebut telah terangkum dalam spirit yang dimuat oleh paradigma Culturepreneurship yang berbasis Kearifan Lokal Indonesia. Kekuatan terbesar bangsa ini adalah terletak dari keuletan dan rajin serta disiplin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karakter bangsa Indonesia yang beranekaragam dan mudah untuk diadu domba harus disiasati melalui penikatan rasa cinta terhadap tanah air atau rasa nasionalisme.
Kewirausahaan yang berbasis Kearifan Lokal Indonesia mengajarkan, dan mengajak kita untuk melakukan yang terbaik, dan berorientasi pada prestasi pribadi dari pencapaian yang didapatkan. Prestasi itu dapat berupa berjalanya bisnis, maupun membantu orang lain atas bisnis yang dilakukan secara sistematik dan terorganisir. Seorang culturepreneur yang berbasis Kearifan Lokal Indonesia, pastilah memiliki empati tinggi dalam membantu pencipta maupun pengembang budaya, karena mereka perhatian dan peduli dengan keadaan bangsa Indonesia, dan mampu melihat peluang-peluang budaya yang ada disekitarnya. Kepercayaan dan kejujuran merupakan kunci sukses seorang culturepreneur karena tidak akan menjadi sukses ketika gagal menjaga kepercayaan dan kejujuran dengan orang lain.
Secara umum konsep culturepreneurship yang berbasis kearifan lokal Indonesia dapat berperan untuk meningkatkan kemajuan bangsa melalui edukasi nilai-nilai secara implisit, maupun eksplisit kepada elemen-elemen pelaku culturepreneurship. Konsep ini juga akan mendukung program pemerintah dalam menggiatkan pengembangan kewirausaha yang berbasis kearifan lokal Indonesia. Dalam implementasinya, seorang culturepreneur tersebut terlebih dahulu harus mengetahui, dan memahami historiografi dan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Indonesia, yang akan dikembangkan sesuai dengan kearifan lokal Indonesia.
http://www.bankmandiri.co.id/
"Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“

Tidak ada komentar:

Posting Komentar