Sri Candra Seva
Just want To Share with U
Rabu, 01 Oktober 2014
Rabu, 12 Februari 2014
Lomba Indonesia Baru
Teman-teman welcome to my blog again....
Tahun baru pasti semua mempunyai resolusi donk... yuk tuang ide-ide kreatifmu di lomba indonesia baru,....
Selamat datang 2014, selamat datang Pemimpin baru, jadikan tahun 2014 sebagai kemenangan Bangsa dan Negara, Selamat datang Indonesia Baru!!
Menjelang pemilu 2014, banyak kalangan yang bergeliat. Tentu saja pemilu merupakan kejadian yang amat menarik untuk ditulis, disimak serta diulas. Bukan hanya partai politik yang sibuk mempersiapkan diri untuk pemilu, namun banyak kalangan yang tertuju pada pemilu tahun 2014. Mulai dari pengamat politik yang sibuk memberikan analisa dan ramalan politik hingga para petani di sawah yang hanya sekedar bergosip politik. Kelompok masyarakat sipil pun seolah tidak ingin ketinggalan kereta, ada kelompok masyarakat yang sibuk menjual dukungan kepada parpol hingga aksi kritis pemuda-pemudi dan mahasiswa yang menuntut serta mengawal proses pemilu yang bersih, demokratis, dan berkualitas.
Sebagai bentuk manifestasi demokrasi, Praktisi Media mengharapkan Indonesia Baru bagi masa depan Bangsa, hakekatnya adalah sarana memberi legitimasi publik kepada para calon dan masyarakat luas melalui sebuah karya tangan-tangan penulis berupa Kompetisi Menulis Esai, Novel, Cerpen, dan Puisi dengan tema: “INDONESIA BARU“.
- See more at: http://online.praktisi.com/kompetisi-menulis-esai-novel-cerpen-dan-puisi-indonesia-baru/terbaru/versi-PO#sthash.rZm3qbmt.dpufhttp://online.praktisi.com/kompetisi-menulis-esai-novel-cerpen-dan-puisi-indonesia-baru/terbaru/versi-PO
Minggu, 11 Agustus 2013
Filterisasi Peran Telekomunikasi Seluler, Motivasi Pelaku Industri Kreatif Indonesia
Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alamnya. Lautan, gunung, dan perut bumi Indonesia memiliki sumber daya yang seharusnya mampu untuk mensejahterakan bangsanya. Kita buka kembali memori beberapa puluh tahun silam, saat Indonesia mampu menswasembada pangan melalui hasil pertaniannya yang pada waktu itu adalah beras. Namun, saat ini perkembangan telekomunikasi dan akses informasi yang murah dan cepat serta SDM yang terdidik seharusnya memberikan kontribusi yang lebih dari sekedar mampu menswasembada beras. Akan tetapi faktanya adalah pengangguran masih berkembang dan menjamur di Indonesia lebih-lebih sikap kurang peka terhadap perkembangan pembangunan nasional enggan menjauh dari nusantara. Apa sebenarnya yang terjadi?
Peran industri kreatif dan diimbangi dengan perkembangan informasi telekomunikasi yang semakin canggih terutama telekomunikasi seluler semakin menarik perhatian masyarakat Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari berbagai aktivitas kreatif dituliskan diberbagai tempat, baik oleh pemerintah, dunia bisnis maupun oleh kaum intelektual. Publikasi di media massa dan di dunia maya semakin intensif, komunitas-komunitas semakin tumbuh dan mulai saling terhubung. Kota-kota dan daerah semakin antusias untuk menjadi kota/daerah kreatif. Maraknya industri kreatif yang terus dilakukan upaya pengembangannya membuat kita bertanya-tanya ada apa dengan industri kreatif?. Posisi strategis ekonomi kreatif dan industri kreatif dalam pembangunan nasional semakin disadari oleh berbagai pihak. Perkembangan industri kreatif hingga saat ini memberikan kontribusi yang luar biasa bagi perkembangan pembangunan nasional dan mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Perkembangan telekomunikasi seluler memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap maju atau tidaknya suatu laju perekonomian suatu negara. Telekomunikasi seluler memberikan kesempatan bagi semua orang untuk menikmati murah, dan tidak ribetnya akses informasi yang dapat diterima oleh masyarakat. Kapanpun, dimanapun dan saat bekegiatan apapun mampu berkomunikasi hanya melalui alat kecil yakni berupa handphone atau mini seluler lainnya. Dengan alasan tersebutlah, maka hal yang utama adalah pemanfaatan telekomunikasi seluler ini sebagai hal yang positif. Salah satu pemanfaatan tersebut adalah dalam memajukan daya kualitas industri kreatif Indonesia yang berperan untuk memajukan pembangunan nasional.
Akses Informasi yang Produktif
Maraknya alat telekomunikasi dan murahnya informasi dewasa ini, menyebabkan banyak informasi yang tidak tersaring oleh media penyedia layanan informasi. Adakalanya informasi yang tersedia dapat kita cerna dan memberikan nilai-nilai positif dalam pengembangan diri dan tentunya sikap untuk memajukan negara melalui berbagai inovasi-inovasi dan ide-ide kreatif anak bangsa. Namun tidak jarang sarana akses informasi dan telekomunikasi yang murah memberikan informasi yang justru mampu menyebabkan jatuhnya moral anak bangsa. Untuk itulah perlunya filterisasi dari peran telekomunikasi ini agar dapat beguna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selama ini akses informasi banyak digunakan untuk kepentingan yang bisa dikatakan kurang produktif. Informasi-informasi tersebut bisa memberikan efek yang luar biasa bagi penerimanya. Informasi seputar kekerasan remaja, anarkisme, dan dunia globalisasi yang menghumbar kesenangan belaka harus mampu di filter oleh masyarakat. Sehingga kedepannya masyarakat mampu mencari informasi yang produktif serta meninggalkan informasi-informasi yang menjerumuskan moral. Informasi produktif dalam perkembangan industri kreatif memberikan motivasi untuk berkarya dan memberikan pemahaman bahwa peluang sukses itu selalu ada bagi semua orang, (2) informasi produktif memberikan pemahaman bahwa pengetahuan itu tiada batasnya, kesempatan untuk membuat industri kreatif semakin terbuka lebar dan mampu mengaplikasikan ide-ide yang selama ini hanya hayalan belaka, (3) hal yang terpenting adalah melaui telekomunikasi seluler, para pelaku industri kreatif juga bisa saling tehubung dan memanfaatkan informasi produktifnya untuk saling sharing dan tujuan utamanya adalah ikut serta dalam pembangunan nasional.
Interaksi Sosial
Disadari atau tidak, manusia memiliki kelebihan khusus menjadi manusia, yaitu harus berinteraksi dan tidak dapat hidup sendiri. Mengingat hal tesebut maka sangat terihat peran telekomunikasi seluler dalam menciptakan interaksi sosial di era modern seperti saat ini. Hadirnya perkembangan sebuah usaha ekonomi yang sering disebut sebagai pola ekonomi kreatif atau lebih tepatnya dispesifikan lagi menjadi industri kreatif merupakan salah satu hasil dari interaksi sosia. Persoalannya adalah sejauh mana para pelaku industri kreatif ini mampu berinteraksi sosial demi menciptakan progresitas perkembangan industri kreatifnya dan tidak monoton pada produk yang kurang berkualitas dan kurang diminati oleh konsumen. Peran teknologi telekomunikasi seluler ini harus digunakan untuk menciptakan interaksi sosial yang positif hal ini mengingat perkembangan industri kreatif di Indonesia menjadi semakin menarik perhatian, banyak pelaku-pelaku ekonomi kreatif yang mendapatkan prestasi dan dukungan dari berbagai pihak.
Motivasi Pelaku Industri Kreatif
Manfaat yang begitu luar biasa dapat diterima oleh para pelaku industri kreatif melalui telekomunikasi seluler salah satunya adalah memberikan motivasi kepada para pelaku industri kreatif untuk terus memberikan ide-ide dan inovasi karya terbaiknya untuk bersaing dengan negara lain. Dengan telekomunikasi seluler apalagi tidak jarang yang telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi internet, maka tidak ada istilah kudet (Kurang Update) bagi masyarakat yang tentunya akan semakin menuntut para pelaku industri kreatif ini untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi konsumen dan pelanggannya. Selain berkembang dengan inovasi-inovasi yang baru melalui telekomunikasi seluler ini, pelaku industri kreatif telah memiliki dunia yang tak terbatas untuk menjelajah aneka kuliner kreatif, olahan kreatif, dan semua hal yang ingin diciptakan dengan imajinasi yang kreatif akan tetapi harus diingat sistem filterisasi. Murah dan cepatnya akses informasi yang diperlukan harus tetap diberikan pengendalian diri untuk tetap menciptakan produk-produk yang kreatif tetapi tetap berbasis pada kearifan lokal, budaya bangsa dan tidak mencemari lingkungan. Tidak hanya dari akses informasi, namun banyak motivasi-motivasi yang dapat diterima oleh para pelaku industri kreatif Indonesia, bahwa dunia ini tidak sempit dan kreatifitaslah yang mampu bertahan dan bersaing untuk melangkah kedepan.
Mengingat pentingnya industri kreatif terhadap perkembangan pembangunan nasional maka industri kreatif harus didukung oleh selurh pihak. Melaui pemanfaatan telekomunikasi seluler untuk hal yang produktif melalui sistem filterisasi oleh masyarakat dalam hal ini adalah para pelaku industri kreatif baik untuk memotivasi kualitas produk, menciptakan relasi kerjasama maupun berinteraksi sosial dengan konsumen, pelanggan dan pesaing secara sehat. Sehingga akan tercipta industri kreatif yang mampu bersaing dan minimal mampu menekan tingkat pengangguran di Indonesia.
Sabtu, 03 Agustus 2013
Beasiswa Data Print
Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun ketiga. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 dan 2012, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.
Di tahun 2013 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint. Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web ini!
Pendaftaran periode 1 : 1 Februari – 30 Juni 2013
Pengumuman : 10 Juli 2013
Pendaftaran periode 2 : 1 Juli – 31 Desember 2013
Pengumuman : 13 Januari 2014
Rabu, 19 Juni 2013
Selasa, 30 Oktober 2012
Spirit Culturepreneusihp Berbasis Kearifan Lokal : Sebuah Inovasi Baru Menuju Indonesia Mandiri
Indonesia merupakan sebuah Negara yang kaya akan potensi sumber daya alam yang tersebar di lautan, gunung, sawah, hutan serta di berbagai belahan ibu pertiwi bangsa ini. Tidak hanya kaya akan potensi sumber daya alam, Indonesia juga kaya akan budaya yang beranekaragam. Dalam budaya bangsa Indonesia terkandung niai-nilai luhur yang bersumber pada akar budaya bangsa serta memiliki ciri khas yang merupakan karakter bangsa Indonesia itu sendiri. Budaya Indonesia merupakan hasil karya cipta bangsa Indonesia yang telah ada secara turun temurun diwariskan oleh leluhur bangsa yang harus tetap dijaga baik dari penjajahan bangsa lain maupun kepunahannya akibat arus era globalisasi seperti saat ini. Sejarah menyatakan bahwa semenjak zaman dahulu hingga sampai detik ini, Indonesia menjadi incaran para penjajah yang tertarik akan potensi alam yang kita miliki serta kearifan lokal budaya yang mampu dipotensialkan.
Namun, setelah kita mampu merdeka dari penjajah, negeri ini masih harus mampu mempertahankan kemerdekaannya melalui sebuah gerakan Indonesia mandiri. Merdeka dari penjajah secara konvensional (De Fakcto dan De Yure) bukan berarti telah merdeka dari penjajahan arus era globalisasi yang mengancam punahnya budaya bangsa. Tampak terlihat bahwa para generasi bangsa Indonesia dewasa ini masing mengalami fase penjajahan. Generasi muda bangsa kurang peka terhadap budayanya sendiri yang terlihat dari kurangnya keahlian yang dimiliki untuk membuat masakan khas daerahnya, pernak-pernik hasil kerajinan tangan masyarakat dan terlebih lagi masyarakat justru cendrung mengimpor hasil budaya bangsa lain. Paradigma ini, apabila tidak di tanggapi dengan serius maka lambat laun akan menyebabkan Indonesia menjadi negara yang bergantung pada hasil budaya bangsa lain bukan menjadi bangsa Indonesia yang mandiri.
Paradigma hidup manusia akan melandasi semua gerak aktivitas sosial dan politik bangsa. Paradigma budaya merupakan suatu fondasi dasar pengembangan budaya demokrasi menuju masyarakat madani (civil society). Paradigma ini juga sudah seharusnya mencakup pembangunan moral bangsa yang berdasarkan pada kearifan lokal Indonesia dan komitmen yang kuat terhadap proses sosial politik yang bersih dan sehat, jujur dan adil serta berani. Dengan adanya paradigma masyarakat Indonesia yang positif mengenai pelestarian budaya, maka akan menjadikan persepsi internal masyarakat yang semakin bijak untuk mendukung berkembangnya budaya nasional Indonesia.
Kewirausahaan berbasis budaya (Culturepreneurship) berbasis kearifan lokal Indonesia, merupakan salah satu paradigma baru sebuah inovasi menuju Indonesia mandiri. Melalui semangat yang dimiliki oleh masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian budaya bangsa, maka kewirausahaan akan turut mengalami perkembangan yang mampu memberikan rasa saling memiliki. Culturepreneurship yang berbasis pada keraifan lokal akan mampu membawa Indonesia menembus pasar internasional yang diimbangi dengan kerja cerdas. Kerja cerdas dapat di kombinasikan melalui pemanfaataan perkembangan IPTEK dalam menjalankan Culturepreneurship ini.
Culturepreneuship yang berbasis pada kearifan lokal bukan berarti semua pengelolaan kewirausahan masyarakat harus dilakukan secara manual dan tradisional tetapi lebih pada penanaman nilai-nilai bangsa Indonesia (value added) pada setiap produk barang maupun jasa yang akan dikembangkan dan diimbangi dengan pemanfaatn IPTEK yang merupakan salah satu media penyalur informasi yang cepat dan dapat diakses diseluruh dunia. Indonesia mandiri akan terbentuk dengan sendirinya melalui Culturepreneurship yang berbasis kearifan lokal, karena paradigma ini akan membawa bangsa Indonesia untuk menggali kekayaan budaya bangsa dan mengembangkannya menjadi sebuah kewirausahaan yang sekaligus membuka peluang kerja dan potensi sumber pembangunan nasional.
Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini, begitu juga sangatlah mungkin jika bangsa Indonesia mampu menjadi bangsa yang mandiri atau masyarakat madani (civil society) yang demokratis yang tetap bepegang teguh pada keputusan rakyat. Melalui paradigma Culturepreneurship yang berbasis Kearifan Lokal Indonesia maka Indonesia akan mampu bangkit dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki baik sumber daya alam, sumber daya manusia maupun harga diri bangsa akan terbentuk dengan sendirinya melalui kemandirian berbudaya yang diciptakan para pelakunya. Nilai yang mengangkat martabat bangsa Indonesia dimata dunia adalah, terbangunnya harga diri bangsa. Harga diri bangsa dapat dibentuk dengan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa yang menjadikan kesatuan antar sesama yang lebih kuat. Kesatuan yang lebih kuat menciptakan motivasi dan semangat untuk terus maju, dan berani serta jujur sehingga bangsa Indonesia jauh dari Korupsi. Dalam Kearifan Lokal Indonesia, terdapat nilai-nilai yang mampu mencerminkan kemajuan suatu individu, komunitas kecil bahkan bangsa. Nilai-nilai yang mencerminkan kemajuan suatu individu, komunitas kecil bahkan bangsa tersebut telah terangkum dalam spirit yang dimuat oleh paradigma Culturepreneurship yang berbasis Kearifan Lokal Indonesia. Kekuatan terbesar bangsa ini adalah terletak dari keuletan dan rajin serta disiplin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karakter bangsa Indonesia yang beranekaragam dan mudah untuk diadu domba harus disiasati melalui penikatan rasa cinta terhadap tanah air atau rasa nasionalisme.
Kewirausahaan yang berbasis Kearifan Lokal Indonesia mengajarkan, dan mengajak kita untuk melakukan yang terbaik, dan berorientasi pada prestasi pribadi dari pencapaian yang didapatkan. Prestasi itu dapat berupa berjalanya bisnis, maupun membantu orang lain atas bisnis yang dilakukan secara sistematik dan terorganisir. Seorang culturepreneur yang berbasis Kearifan Lokal Indonesia, pastilah memiliki empati tinggi dalam membantu pencipta maupun pengembang budaya, karena mereka perhatian dan peduli dengan keadaan bangsa Indonesia, dan mampu melihat peluang-peluang budaya yang ada disekitarnya. Kepercayaan dan kejujuran merupakan kunci sukses seorang culturepreneur karena tidak akan menjadi sukses ketika gagal menjaga kepercayaan dan kejujuran dengan orang lain.
Secara umum konsep culturepreneurship yang berbasis kearifan lokal Indonesia dapat berperan untuk meningkatkan kemajuan bangsa melalui edukasi nilai-nilai secara implisit, maupun eksplisit kepada elemen-elemen pelaku culturepreneurship. Konsep ini juga akan mendukung program pemerintah dalam menggiatkan pengembangan kewirausaha yang berbasis kearifan lokal Indonesia. Dalam implementasinya, seorang culturepreneur tersebut terlebih dahulu harus mengetahui, dan memahami historiografi dan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Indonesia, yang akan dikembangkan sesuai dengan kearifan lokal Indonesia.
http://www.bankmandiri.co.id/"Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“
Senin, 22 Oktober 2012
Dahlan Iskan _Zero to Hero
Sosok Dahlan Iskan menjadi penyemangat hidup bagi sebagian besar anak-anak Indoensia yang memiliki latar belakang kehidupan sosial ekonomi yang rendah. Awalnya tidaka da yang pernah tahu bahwa dibalik kesuksesan yang Dahlan ISkan dapatkan saat ini ada tangan-tangan kecil Tuhan yang tak kunjung lelah untuk selalu menjaganya.
Tidak banyak orang yang tahu bagaiman sebenarnya seorang Dahlan, Namun ketika sebuah Novel yang berjudul "Sepatu Dahlan" Dahlan menjadi sosok yang sangat diancungi jempol. memebrikan motivasi bagi mereka yang hampir saja putus asa karena hanya melihat ekonomi keluarga yang tidak menjanjikan. Novel ini mengisahkan tentang seorang anak yang besar dari keluarga yang sangat sederhana di Kebon Dalem sebuah Desa di Jawa Timur bernama Dahlan. Dengan didikan dari seorang Bapak yang selalu menerapkan kedisiplinan dan ketegasan namun penuh kasih sayang. Ibunya yang lembut dan mampu menjadi peneduh seluruh anggota keluarga dan kedua kakak perempuannya yang mandiri serta adiknya yang penurut menjadikan karakter Dahlan dewasa dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan situasi yang terjadi dalam masa kanak-kanak dan masa remajanya.
Semangatnya untuk melanjutkan sekolah ke SMP yang di impikannya yaitu SMP Magetan tak tersampaikan karena biaya yang tak mampu dan bapaknya tetap menganjurkan Dahlan untuk melanjutkan sekolah di Tsanawiyah Takeran, sebuah pesantren yang didirikan oleh leluhur bapaknya Dahlan.
Setiap hari pergi dan pulang sekolah yang jauh dilakoninya dengan berjalan kaki tanpa alas kaki. Kesusahan yang dialaminya tak menyurutkan semangatnya untuk menuntut ilmu bahkan impiannya yang sederhana untuk memiliki sepasang sepatu dan sebuah sepeda mampu melecut semangat juangnya, sepulang sekolah menjadi buruh nyeset di kebun tebu, nandur atau menyabit rumput untuk makanan kambing yang dipeliharanya. Sepeninggal ibunya Dahlan bersama bapak dan seorang adiknya hidup tanpa belaian kasih seorang ibu dan anggota keluarga perempuan karena kedua kakak perempuan Dahlan bekerja dan kuliah di Madiun, pulang hanya sesekali saja ke rumah. Tak ada lagi yang membantu bapaknya untuk menopang perekonomian keluarganya karena Ibu Dahlan yang tadinya selalu membatik untuk menambah uang belanja keluarga kini tiada, kehidupan Dahlan dan keluarganya semakin diliputi kemiskinan, tak bisa setiap kali lapar bisa makan, kadang ia bersama zain harus mengikat perutnya dengan sarung untuk menahan lapar. Keadaan yang serba kekurangan dan kemiskinan yang menyelimuti namun bapaknya Dahlan tetap berjuang menjadi kuli bangunan dan kerja serabutan juga tetap mendidik anak-anaknya untuk tidak mengharap belas kasih orang, kehidupan harus dijalani dengan perjuangan. Terus Maju Anak Bangsa,,, masa depanmu masih panjang
Langganan:
Komentar (Atom)







